Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Galauisasi

About Marriage

Tidak ada yang mengatakan mudah, tapi tidak akan menjadi sulit bila kedua belah pihak saling mengerti. Itu lah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan sebuah pernikahan bagiku. Masih melajang diantara teman yang sudah memiliki pasangan dan mendengar curhatan mereka serta melihat sendiri kehidupan mereka secara langsung membuatku banyak belajar. Menikah menyatukan dua pribadi yang berbeda, pun menyatukan dua keluarga besar. Mengetahui kepribadian sebenar-benarnya pasangan kita saja mungkin setelah menikah karena kita menghabiskan waktu 7x24 jam bersamanya. Kadang mereka  yang telah menikah takut untuk menceritakan masalah rumah tangga pada kami si lajang karena takut kami memiliki pemikiran buruk tentang pernikahan. Ya, kadang kami takut, merasa kebebasan kami akan terenggut setelah menikah nanti. Tapi, memiliki seseorang yang bisa menjadi tempat untuk berbagi senang dan sedih, terdengar seperti ide yang bagus. Pernikahan orang tua saya tidak berjalan dengan baik, teman-teman sa...

You Can (not) Leave Me

source : wallpoper.com Rengkuhanmu mulai melonggar dan benar-benar terlepas kini. Aku takut. Rupanya kau telah menyerah dan memutuskan untuk pergi. Angin dingin menerpa kulitku. Aku bergidik. Aku cemas.  Ingin ku teriakkan kata-kata rayuan hingga kau mau tetap tinggal dan terus memelukku.  Tapi... Kau harus tau, aku tak ingin mencoba menghalangi kebahagiaanmu...

Teruslah Mencari...

source : google.com Kau bisa menemuiku disini, ditempat biasa dimana hati kita pernah bertemu, di tempat dimana kau menitipkan tulang rusukmu padaku. Tapi bila kau tak bisa menemukan jalan untuk kembali ke tempat itu, ijinkan aku untuk memandumu. Tempatnya tak jauh darimu berpijak kini. Tapi mungkin kau akan temukan banyak kerikil-kerikil kecil yang akan mempersulit jalanmu. Tanjakan tajam berpasir yang membuat langkahmu tergelincir mundur. Aku tahu jalan itu tak mudah, kau bisa saja mendapat luka. Dalam perjalanan tersebut kau akan menemukan beberapa rumah yang nampak nyaman untuk disinggahi dan membuatmu melupakan tujuan akhirmu. Tapi itu tak akan lama. Kau akan menyadari kesalahanmu dan melanjutkan perjalananmu. Aku tahu kau orang yang berjiwa baja dan pantang mundur. Ingatlah aku di sini selalu mendoakan keselamatanmu, meminta-Nya untuk selalu menjaga setiap langkahmu. Bila kau tak lelah mencari, bagaimana aku bisa lelah menanti? Akan ku jaga hati ini seutuhnya untukmu :) ...

Lagu Kenangan

Lagi, ku putar lagu kenanganku dan kamu dulu yang coba ku benci beberapa bulan belakangan ini. Hahh! aku marah pada hatiku. Masih ada bayangmu ketika alunan lagu tersebut tertangkap oleh indera pendengarku.  Tapi tunggu, ku tajamkan telingaku untuk bisa menangkap suara-suara bising yang coba ku abaikan selama ini.  "Hallooo...." Sapaku menggema dalam salah satu bilik hatiku.  "Halloooo...." Aku mengulanginya sekali lagi.  Masih tak ada jawaban. Sudut bibirku melengkung membentuk senyuman. Suara-suara yang selama ini selalu menggaungkan rasa cintaku padamu tinggal senyap. Ada nisan tak bernama yang ku ketahui sebagai tanda matinya rasa yang selama ini terabaikan.  Alunan lagu masih berputar. Bibirku menggumam, menyanyikan liriknya dalam diam sebagai tanda perayaan. 

Aku jatuh...

Aku akan sangat menyesal bila aku terbakar oleh perasaanku sendiri. Api yang dengan sengaja ku sulut lewat pesan-pesan singkat yang ku tulis untukmu. Dengan susah payah aku menahan diri supaya perasaan ini tidak hadir. Tapi nyatanya aku kalah. Cubitan-cubitan rindu yang dulunya tak terasa sekarang terasa pedih menyentuh hatiku.

Secret Admirer

Bukan salahmu kalau sekarang aku terjatuh Jatuh dalam perasaan yang begitu dalam yang masih malu-malu kusebut cinta Walaupun aku hanya bisa membisikkannya lirih hingga nyaris tak kau dengar, Tapi aku cukup bahagia Lebih dari cukup untuk membuatku tersenyum sepanjang waktu ketika mengingatmu Cukup menggetarkan hatiku bila mendengar dering ponsel meneriakkan pesanmu Biarkan aku belajar setia sendiri  Biarlah ku simpan rasa ini sendiri Karena aku tak ingin merusak yang telah ada antara kau dan aku 

Sepucuk Surat Untukmu...

Aku tak ingin mengawali surat ini dengan menanyakan “bagaimana kabarmu?” karena bagiku pertanyaan itu terdengar sangat basa-basi mengingat pasang surut hubungan kita yang akhirnya menemukan titik akhirnya.

Surat - 3

Entah sejak kapan aku berhenti mengikuti jejakmu di jejaring sosial. Tak sesering dulu dalam mengingatmu. Tahukah kamu arti semua ini? Iya, perasaanku mulai menyerah.,Karena kau tak pernah mau mengerti. Sejak percakapan kita selalu berakhir dengan perbedaan pendapat. Sesuatu yang terlalu cepat dimulai akan berakhir dengan cepat pula, begitu kata orang. Tapi aku tak menyetujuinya dulu. Karena ku pikir dengan kau semuanya tak akan pernah berakhir. Terlalu naifkah aku? Atau aku hanya terjebak dalam bayangan semu sebuah cinta? Atau yang ku pikir itu cinta? Darimu aku belajar banyak hal. Semenjak ku merasa kau memang bukan untukku aku menjadi terlalu masa bodoh dengan jodoh. Aku tak ingin berusaha mencari. Aku tak ingin berusaha mengejar. Kalau memang Tuhan telah menyiapkan jodoh untukku, dengan kekuatan alam yang misterius kami akan ditemukan, magnet alam akan menarik kami satu sama lain sehingga tak pernah terpisah lagi, dalam jarak, dalam ruang waktu maupun dalam perbedaan. ...

Surat - 1

Jakarta, 11 Oktober 2012  Dear Unknown Hai kau disana bagaimana kabarmu? Kuharap Tuhan senantiasa menjagamu dan melindungimu dimanapun kau berada. Ingin rasanya aku menemui hari ini, tapi jejakmu masih belum ku ketahui.   Pernahkah kau merasa saat kau terbangun dari tidurmu tiba-tiba perasaanmu jadi kelabu? Mendung menyelimuti harimu? Kau seperti tak bersemangat dan sedih tiba-tiba menyergap. Entah karena efek mimpi buruk yang menghampiri semalam atau sesuatu hal yang tidak kau ketahui yang biasa disebut dengan firasat?

Curhat Colongaaaaaaan :D

“Pacaran aja nggak pernah, kok susah move on?” Kata-kata sahabatku bagaikan petir di siang bolong untukku. Apa aku yang terlalu mendramatisir keadaan? Memikirkan sesuatu dan merasa kehilangan untuk sebuah hubungan yang tak pernah kami miliki? Aku ingin bertanya pada kalian. Pernahkan kalian memikirkan seseorang rutin setiap hari? Pagi, siang, sore, malam? Semua hal selalu mengingatkan kita padanya. Pernahkah kamu senyum-senyum sendiri saat membaca smsnya dan sedih melihat dia memanggil sebutan sayang pada pacarnya di social networking? Pernah nggak kamu ngareeeeeeeeeep banget dia Mr. Right yang disiapkan Tuhan buat kamu? Setiap ada lagu yang mellow dan sedikit mewakili perasaanmu terhadapnya trus nganggep lagu itu ‘gue bangettt’. Lalu kamu selalu tersipu-sipu tak tau malu saat menikmati lirik lagu tersebut? Pernah nggak kamu rindu serindu-rindunya sampai males buat ngapa-ngapain? Atau hanya karena satu sms singkatnya dipagi hari, moodmu berubah menjadi super duper ceria seha...

Dee (ary)

  Tawa dan airmata melebur jadi satu saat kau terlintas dipikiranku.  12 May 2012 Dee... Dengan mengingatnya saja hatiku jadi kacau balau begini. Dia dekat tapi jauh. Tapi tau kah kau saat dia lewat dan melempar senyum padaku adalah sesuatu yang istimewa yang bisa membuatku merona dan senyum-senyum sendirian? Ah... bisakah aku menyebutnya cinta Dee? Panggil aku dungu, bila mencintaimu adalah suatu kebodohan.. 19 May 2012 Aku hancur, aku sedih Dee. Dia lewat menggandeng seorang gadis, dia cantik. mereka tertawa bersama bahagia. Saat dia tersenyum padaku rasaya seperti pisau yang tepat menusuk ulu hatiku. sakit Dee... Sadarkan aku, kau hanya bayangan semu... 30 Mei 2012 Dia lewat setiap pagi tanpa menoleh kearahku lagi Dee. tak ada lagi senyum yang dibagi untukku. Aku hanya butiran debu yang tertiup angin dan terlupakan. bukan begitu Dee?  Jujur, ingin ku usir mendung dari matamu... 7 Juni 2012 Dee, dia lewat depan rumah. Tak seceria biasanya. di...

Undangan Pernikahan

Kulirik kalender dimeja kerjaku. Kuhembuskan nafas untuk sedikit mengurangi beban didada.   Sesak rasanya disini, dihati ini. Tanggal pernikahan itu semakin dekat dan aku semakin gelisah. Tentu itu bukan tanggal pernikahanku. Boro-boro menikah, bayangan calon suami saja tak ada alias lagi jomblo. Tapi menikah belum menjadi prioritasku sekarang. Aku masih 20 tahun dan masih banyak mimpi dan cita-cita yang belum aku wujudkan. Sebenarnya tidak penting siapa yang akan menikah hari itu, sungguh sangat tidak penting untukku. Tapi orang yang mengundangku dan memaksaku datang yang membuatku kepikiran beberapa hari ini. Baiklah, akan kuperjelas supaya kalian tidak bertanya-tanya siapa yang akan menikah. Seminggu yang lalu aku mendapat telpon dari Ayahku yang mengabarkan bahwa anak dari istri keduanya akan menikah.   Aku tidak mengiyakan atau menolak undangan dari ayahku. Aku hanya bilang akan sangat sibuk minggu-minggu ini. Beliau bersikukuh agar aku tetap datang. Katanya ...

YOU

Lagi-lagi tatapan mata kita beradu. Ku mohon jangan tatap aku lagi seperti itu. Karena tatapanmu menghidupkan kembali perasaan yang telah ku kubur dalam-dalam. Jangan tatap aku seperti itu lagi kalo kau masih ragu untuk memilihku. Karena aku bukan pilihan. Bila kau bimbang jangan pernah memilihku, pilih saja dia. Aku tak akan sudi jadi yang kedua ataupun menjadi yang pertama tapi masih tetap ada dia dalam otakmu. Aku tahu dia wanita baik-baik walaupun aku sama sekali tidak mengenalnya dan aku mungkin belum menjadi baik dimatamu.  Jangan berbicara padaku dengan nada seperti itu. Karena kau hanya akan membangkitkan cintaku yang mati suri itu. Aku sedang belajar melupakanmu, berusaha menata hatiku. Tapi kenapa semua yang ada padamu selalu mampu menghipnotisku sehingga aku melanggar aturan yang telah ku buat sendiri? Tatapanmu, nada bicaramu, tawa renyahmu bahkan cengiranmu itu selalu membuat hilang konsentrasiku. Terlalu dungukah aku karena berusaha mati-matian melupakan cinta...