Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Memory

Sebuah Rumah...

Semua orang pasti memiliki sebuah rumah, tempat di mana dia ingin pulang, tempat yang membuatnya nyaman dan mampu membuatnya terlelap. Tak melulu sebuah bangunan dengan beberapa kamar, tapi rumah bisa berarti sesuatu yang membuatmu rindu untuk pulang, merasakan peluknya menghangatkan tubuhmu yang kedinginan. Aku memiliki sebuah rumah, jauh, sangat jauh dari Ibu kota tempatku memperjuangkan nasib. Perlu 17 jam paling cepat bila dijangkau lewat jalur darat untuk pulang. Empat tahun aku meninggalkannya, dia semakin menua.

Jogjaaaahhh \(^,^)/

Jogja. Bila nama itu diucapkan, kata pertama apa yang akan muncul dipikiran kalian? Kenangan? Seni? Cinta? Atau romantis? Banyak FTV di SCTV yang mengambil lokasi Jogja dalam proses syuting mereka. Sehingga Jogja terkesan seperti kota yang romantis dan penuh cinta, selain sebagai kota pendidikan tentunya. Jogja membuat aku dan teman-temanku penasaran dengan pesonanya. Dan beruntunglah kami , Aku dan kelima temanku ( Ayu ,  Emma , Saturi ,  Zuly dan Mas Hendra) kemarin diijinkan untuk menginjakkan kaki di daerah istimewa Jogjakarta.

Bagian dari Mimpi

Debu serbuk kayu yang menyesakkan dada… Bau finishing yang membakar tenggorokan dan memedihkan mata… Denging suara mata gergaji membelah kayu… Denging mesin router…

Moment yang Selalu Ku Rindukan

“Ayo bangun, subuh dulu” Aku mengerang.

Andai Aku Kamu Satu...

  Berkali-kali kutengok bb-ku, masih belum ada notifikasi baru. Pesan yang aku kirim via blackberry messenger padanya masih belum dibaca. Tiba-tiba hatiku sesak padahal sudah beribu-ribu kali aku menerima perlakuan seperti ini. Rasanya kok aku yang menjadi kedua? Tapi aku harus sabar, aku harus mengerti dia memang mempunyai prioritas yang lebih penting daripada aku, yaitu anak semata wayangnya. Dia   teman kantorku yang sekarang sudah resmi menjadi pacarku   bulan yang lalu. Dia duda beranak satu. Usia kami pun selisih lumayan jauh sekitar sepuluh tahun. Fisiknya tak terlalu mencerminkan umurnya. Dia terlihat lebih muda dari usianya, pria memang selalu nampak awet muda. Selama   menjalin hubungan khusus dengannya belum pernah sekalipun aku menghabiskan akhir pekan bersamanya. Karena ada peraturan tak tertulis dalam hubungan kami, sabtu dan minggu adalah waktu untuk anaknya yang berarti juga dengan mantan istrinya. Cemburu? Tentu. Dia dan mantan istrinya walaup...

Ketika Hati Mulai Mengingkari...

Tetes demi tetes hujan mulai membasahi tanah yang kekeringan. Tapi hujan kali ini terasa suram. Serasa langit ikut bersedih karena mendung yang menaungi hati Zea. Kualihkan pandanganku dari notebookku. Zea masih melamun memandang rintik hujan. Aku tau hatinya sedang tak lagi disini. Semangatku menulis hilang, padahal hanya beberapa menit yang lalu ilham serasa menghampiriku setelah begitu lama bungkam. Aku harus menyelesaikan novelku bulan ini. Deadline membuatku stress dan tertekan. Tapi kesedihan sahabatku lah yang turut menambah tekanan hati yang kualami belakangan ini. Kustel notebookku pada mode sleep kemudian kuhampiri Zea. Kuremas pundaknya dari belakang. Dia hanya melirik sekilas dan tersenyum. Tapi senyumnya hanya kedok untuk menyembunyikan lukanya.

Ngampus Nyokk!! - Part 1

--> Hai hai hai... aku udah disemester 5 lho sekarang.hehe... excited banget sama dosen yang ngajar sekarang, kayanya sih bakalan seru.hmm... baru permulaan sih.  Jadi inget kata Mas Alitt “semangat membara didepan dan surut dipertengahan” Lagi baca skripshitnya @shitlicious nih, alitt susanto nama aslinya. Buku itu udah ada sejak lama tapi karena aku tanya temen ceritanya maksa yaudah deh aku anggurin bukunya sampai tadi pagi karena gue iseng ga ada bacaan lain dan ga bisa ngetik karena pinkypire masih ngejogrok dilemari ga bisa dipake. Pas baca chapter satunya gue langsung mikir anjiiiiiiiiirrr ini mah gue banget.hahaha.... Disini gue ga akan bahas isi skripshitnya @shitlicious kalo lu lu pada penasaran baca sendiri aja.  Si Alitt tu dulu anak STM jurusan elektro trus  masuk kuliah ambil jurusan pendidikan. Sumpah aseli ga nyambung banget kaya gue, yang dulu smk jurusan akuntansi sekarang ngambil jurusan pendidikan bahasa inggris juga. Kelimpungan banget a...

You and I without Us

Mas, malam ini aku ingin flashback kenangan kita dulu, boleh? walaupun kau sudah sah menjadi milik gadis lain tapi masih boleh kan aku mengenangmu? mengenang kisah kita? Kuharap kau sedang tidak makan atau minum saat aku menulis cerita ini, karena menurut mitos kalo ada yang membicarakan kita saat kita makan atau minum kita bisa tersedak. Aku nggak mau kamu mengalaminya lalu bertanya-tanya dalam hati siapa yang sedang membicarakanmu.hehe Jujur, aku tak pernah menyesal karena telah mengenalmu mas, aku tidak pernah menyesal telah mengantar Ani menemui pacarnya sehingga aku bisa berkenalan denganmu. Karena aku tahu Tuhan mempertemukan kita bukan tanpa alasan, walaupun toh kita harus berpisah. Usiaku 16 tahun saat itu sedangkan usiamu sudah menginjak 23 tahun. Tujuh tahun selisih usia kita tak terlalu berarti untukku. Aku nyaman bila didekatmu walaupun pertemuan kita bisa dihitung dengan jari. Jarak memang memisahkan raga kita tapi cintalah yang merekatkan hati kita berdua sehingga ja...

Aku dan Kau Tanpa Kita

Kutatap layar facebook ku. Kau tertera online disana. Rasanya seperti kembali ke masa lalu dimana kita belum kenal satu sama lain. Aneh dan canggung untuk menyapamu kali ini. Aku tak tahu kenapa rasanya kembali asing. kau dan aku seperti berjarak. Jarak yang lebih jauh dari sebelumnya. Taukah kau aku jatuh cinta pertama kali pada fotomu ketika kau sedang memandang seorang anak berbaju putih-merah. Bahkan aku tak mengenalmu sama sekali waktu itu. Aku berpikir keras bagaimana caranya mengenalmu dan suatu hari ku beranikan diri menyapamu lewat facebook dan dengan tak tau malu meminta nomor hp mu. Darimu timbul semangat baru buatku, untuk lebih semangat menjalani kuliahku dan belajar lebih keras dari sebelumnya. Telah kukantongi nomor hapemu tapi tak ada alas an yang tepat buatku untuk menghubungimu. Jadi kubiarkan saja kontakmu tak terjamah. Tapi suatu hari aku mendapat alasan khusus untuk menghubungimu, hanya dirimu yang terpikirkan olehku untuk membantu menyelesaikan tugasku...