Ku langkahkan kaki lebar-lebar. Takut pria asing yang menyapaku di kafe mengejarku. Sore ini aku sengaja duduk-duduk sendirian di kafe yang sering ku kunjungi bersama teman-teman kerjaku dulu. Tapi rupanya duduk-duduk di smoking area ternyata tak aman. Tiba-tiba saja pria asing mendatangiku dan berkata bahwa aku adalah gadis yang sering ditemui dimimpi-mimpinya. Bagaimana bisa seorang pria asing mengatakan hal absurd seperti itu kepadaku yang sedang kalut, jelas jika setelahnya aku kabur ketakutan meninggalkannya. Ku harap pria tersebut bukan pasien yang kabur dari rumah sakit jiwa.
A Journal for My Lousy Memory.