Skip to main content

Posts

Showing posts with the label #CeritaDariKamar

Cerita dari dalam Kamar #4

Cerita dari dalam kamar #4 Pinkypire Pinkypire adalah nama yang ku berikan kepada notebook acer berwarna peach yang ku beli dengan bonus pertama ku pada semester awal kuliah. Walaupun aku sadar dia memiliki sebuah dead pixel saat aku membawanya pulang ke rumah. Aku tak mengembalikannya. Entah lah aku sudah merasa memiliki ikatan dengannya. Mungkin aku terlalu perasa pada benda-benda mati disekitarku. Pinkypire adalah teman curhat pengganti buku diary ku. Segala sesuatu yang aku rasakan dan ingin aku tumpahkan selalu ditampung Pinkypre dengan suka cita. Dia tak pernah mengeluh, dia selalu mendengar tanpa pernah sekalipun menyela. Semoga Pinkypire juga awet, dan tak cepat bosan padaku.

Cerita dari dalam Kamar #3

Cerita dari dalam kamar #3 Teddy Bear Ungu, Vio namanya.   Ku beli beberapa tahun silam di kota tua sepulang jalan-jalan dari kebun raya bogor bersama teman-temanku. Aku begitu overprotective padanya saat awal-awal kami bersama. Bila temanku tak sengaja menindihnya, aku akan berteriak memperingatkan mereka. Hanya aku yang boleh memeluk vio-ku. Vio terasa pas dalam pelukku. Terdengar kekanak-kanakan tapi begitulah adanya. Tapi semakin lama, semakin banyak debu yang menempel pada bulu lembut vio. Aku pun mulai menjauhinya. Tak pernah lagi memeluknya saat tidur. Dan aku pun tak lagi berteriak bila ada yang sengaja menjadikannya bantal. Aku bosan padanya. Aku mulai jahat padanya. Vio pun kini berkumpul dengan teman-temannya yang lain di sudut kamar. Semoga dia tidak kesepian. Semoga dia tidak kedinginan di kala malam.

Cerita dari dalam Kamar #2

Cerita dari dalam kamar #2 Bantal Jujur aku orang yang suka sekali tidur. Di metromini yang berisik saja aku bisa tertidur pulas. Tak ayal jika aku pernah kehilangan smartphone ku dalam lowongnya metromini. Entah karena dicopet, atau terjatuh saat aku tertidur. Sebagai orang yang punya hobi tidur, tentu saja aku menyukai bantal. Selain dia membuatku nyaman saat tidur, dia juga bisa bertindak seperti gentleman yang menawarkan bahunya ketika aku ingin menangis. If everything doesn’t go right, go to your pillow. Sekian terima kasih.

Cerita dari dalam Kamar #1

Cerita dari dalam kamar #1 Smartphone Dia sudah menemaniku lebih dari setahun yang lalu. Sering terjatuh hingga organ-organ dalam tubuhnya berhamburan di lantai. Tapi selalu mampu hidup kembali. Setia menemaniku sampai saat tercanggung sekalipun. Iya, bila aku sedang dalam situasi bingung-ingin-melakukan-apa dia selalu menawarkan obat anti salting. Membuatku sibuk scrolling timeline membaca tweet-tweet pengalih perhatian. Smarthphone-ku juga bisa menjadi pacar yang baik, yang setia membangunkan tidur cantikku di pagi hari. Dia lah yang membangunkan ku untuk sahur selama bulan ramadhan ketika aku tak di rumah. Menggantikan peran ibu ku yang suka ‘cerewet’ membangunkanku yang seperti orang mati saat tidur. Semoga kamu awet ya, karena bisanya semua benda yang berada di tanganku selalu ingin kabur saja. Tak tahan denganku.