Skip to main content

Posts

Showing posts with the label CeritaBersambung

Berbagi Mimpi - 2

Bagiku yang tak pernah terlalu dekat dengan orang-orang, kehadiran Nadia serasa seperti oase di padang gurun. Berkat Nadia, aku memiliki keberanian untuk ikut eskul musik di sekolah hingga akhirnya diangkat sebagai vokalis tetap band sekolah. Aku yang nggak pernah berteman dengan siapa-siapa tentu susah mengungkapkan apa yang ku rasakan pada orang-orang, seperti orang introvert pada umumnya, tapi karena Nadia aku belajar sedikit demi sedikit untuk memperlihatkan dan mencurahkan perasaanku. Tapi nampaknya Nadia tak sabar menghadapi hatiku yang terlalu lambat belajar mengungkapkan perasaan. Aku dan Nadia berpacaran karena Nadia lah orang pertama yang mengungkapkan perasaannya padaku, tapi karena itulah Nadia tak pernah yakin aku menerima perasaannya karena aku juga memiliki rasa yang sama untuknya. Nadia selalu berpikir cintanya bertepuk sebelah tangan karena aku tak pernah memperlihatkan emosiku dalam hubungan kami. Aku terlalu datar menghadapi drama yang sengaja dia buat. Dia salah ka...

Berbagi Mimpi

"Kita putus saja, daripada kita terus bertengkar, putus nyambung.. mending kita putus aja, toh aku gak yakin kita sanggup jalanin hubungan jarak jauh.." Aku menatap Rio tanpa beban, tapi ku sembunyikan tanganku yang mengepal di saku jacketku. Dia tak perlu tahu perlu keberanian dan kekuatan yang sangat besar untuk bisa mengatur emosiku saat ini.Angin malam di musim hujan yang lembab membuatku bergidik. "Nad.." Kedua tangan Rio memegang bahuku, memaksaku menatap kedua matanya yang tampak lelah, lelah menghadapi drama yang sering ku buat selama ini. "Tunggu aku selesai bicara dulu" ku tampik kedua tangan Rio dipundakku. " Kamu tahu aku sayang kamu, tapi sayang aja gak cukup Rio. Ga cukup bikin hubungan kita kokoh. selain sayang harus ada rasa percaya satu sama lain, itu yang gak kita miliki selama ini" Rio nampak tidak sabar untuk mengakhiri drama ku malam ini. Mungkin dia pikir pembicaraan ini akan berakhir seperti yang sudah-sudah. tapi dia sa...