Skip to main content

Posts

Surat - 3

Entah sejak kapan aku berhenti mengikuti jejakmu di jejaring sosial. Tak sesering dulu dalam mengingatmu. Tahukah kamu arti semua ini? Iya, perasaanku mulai menyerah.,Karena kau tak pernah mau mengerti. Sejak percakapan kita selalu berakhir dengan perbedaan pendapat. Sesuatu yang terlalu cepat dimulai akan berakhir dengan cepat pula, begitu kata orang. Tapi aku tak menyetujuinya dulu. Karena ku pikir dengan kau semuanya tak akan pernah berakhir. Terlalu naifkah aku? Atau aku hanya terjebak dalam bayangan semu sebuah cinta? Atau yang ku pikir itu cinta? Darimu aku belajar banyak hal. Semenjak ku merasa kau memang bukan untukku aku menjadi terlalu masa bodoh dengan jodoh. Aku tak ingin berusaha mencari. Aku tak ingin berusaha mengejar. Kalau memang Tuhan telah menyiapkan jodoh untukku, dengan kekuatan alam yang misterius kami akan ditemukan, magnet alam akan menarik kami satu sama lain sehingga tak pernah terpisah lagi, dalam jarak, dalam ruang waktu maupun dalam perbedaan. ...

Office Story - Cuti yang Nyaris Tertunda

source : uncle google Kulingkari angka-angka dikalenderku sambil tersenyum senang. Akhirnya tahun ini akan menjadi tahun pertamaku merayakan lebaran haji dirumah setelah melewatkan 4 kali lebaran haji di Jakarta.

Andai Aku Kamu Satu...

  Berkali-kali kutengok bb-ku, masih belum ada notifikasi baru. Pesan yang aku kirim via blackberry messenger padanya masih belum dibaca. Tiba-tiba hatiku sesak padahal sudah beribu-ribu kali aku menerima perlakuan seperti ini. Rasanya kok aku yang menjadi kedua? Tapi aku harus sabar, aku harus mengerti dia memang mempunyai prioritas yang lebih penting daripada aku, yaitu anak semata wayangnya. Dia   teman kantorku yang sekarang sudah resmi menjadi pacarku   bulan yang lalu. Dia duda beranak satu. Usia kami pun selisih lumayan jauh sekitar sepuluh tahun. Fisiknya tak terlalu mencerminkan umurnya. Dia terlihat lebih muda dari usianya, pria memang selalu nampak awet muda. Selama   menjalin hubungan khusus dengannya belum pernah sekalipun aku menghabiskan akhir pekan bersamanya. Karena ada peraturan tak tertulis dalam hubungan kami, sabtu dan minggu adalah waktu untuk anaknya yang berarti juga dengan mantan istrinya. Cemburu? Tentu. Dia dan mantan istrinya walaup...

Tolong Mengertilah

Maaf aku mengecewakanmu Maaf aku tak bisa menepati janjiku Aku tak kuasa dirantai tanggung jawab Andai bisa kubelah tubuhku menjadi dua

Super Women-ku :')

Kupandangi foto ibu di hapeku. Garis-garis keriput sudah menghiasi wajahnya yang bersahaja. Wajah yang tak pernah terpoles cream anti-aging yang marak dipasaran. Wajah yang selalu memancarkan ketenangan hati buatku bila memandanngnya. Wajah yang bisa mengukir senyum dalam luka. Dan satu-satunya berkah dari Tuhan karena ku telah diijinkan memilikinya yang tak pernah sekalipun meninggalkanku walaupun sekarang aku yang pergi memberi jarak.

Surat - 2

Hai kamu, lama sekali tak menyapaku. Kau buatku rindu. Aku tahu kau pasti sedang sibuk sekali dengan segala macam rutinitasmu. Jangan lupa makan, minum, sholat ya walaupun kamu sedang sibuk, istirahat yang cukup biar tidak sakit. Tak apalah kamu tak meluangkan waktu untukku. Asal, kau mempergunakan waktu sebaik mungkin untuk hal-hal yang positif dan penting untuk masa depanmu. Jujur, aku rindu celoteh riangmu atau curhatan galaumu. aku mungkin bukan yang pertama yang kau tuju untuk bercerita, mungkin aku yang kedua atau ketiga.

Surat - 1

Jakarta, 11 Oktober 2012  Dear Unknown Hai kau disana bagaimana kabarmu? Kuharap Tuhan senantiasa menjagamu dan melindungimu dimanapun kau berada. Ingin rasanya aku menemui hari ini, tapi jejakmu masih belum ku ketahui.   Pernahkah kau merasa saat kau terbangun dari tidurmu tiba-tiba perasaanmu jadi kelabu? Mendung menyelimuti harimu? Kau seperti tak bersemangat dan sedih tiba-tiba menyergap. Entah karena efek mimpi buruk yang menghampiri semalam atau sesuatu hal yang tidak kau ketahui yang biasa disebut dengan firasat?