Skip to main content

My Hobby

Hai kita ketemu lagi :) kali ini aku akan membagi kenapa aku mulai menekuni kembali hobby lamaku.
Menulis bagiku adalah media yang sangat sangat dan sangat bermanfaat untuk meringankan beban pikiran dan hati selain curhat ke teman-teman. dengan menulis aku bebas mengekspresikan apa yang ada dihati dan pikiranku.
kadang hanya sedikit cerita yang aku alami atau aku dengar kemudian aku kembangkan umenjadi sebuah cerita yang endingnya bisa aku tentukan. hitung-hitung menghibur diri sendiri. hehe...
Ku temukan hobbi ku menulis sejak SMP. lebih sering menulis ketika aku sedang jatuh cinta dulu. Karena aku hanya bisa mengaguminya dari jauh dan membayangkan bisa dekat dengan orang yang aku sukai jadi walaupun aku tidak bisa meraihnya di dunia nyata. Aku bisa merasakannya dan menentukan ending ceritaku denganya lewat sebuah cerita fiktif. Aneh ya? haha...
Tapi sekarang bagiku menulis bukan hanya untuk hal tersebut saja. aku ingin lebih bisa merangkai sebuah cerita. membangun bahasanya hingga enak dibaca dan nggak monoton.
Aku ingin menulis seperti pengarang-pengarang novel favoritku. Saat aku membaca karya mereka aku langsung bisa merasakan apa yang dirasakan tokoh utamanya, membayangkan aku berada ditempat yang sama dan menemukan keajaiban disana. Menulis sebagai sebuah bagian dari minatku. Dan suatu saat aku ingin menerbitkan sebuah buku atau dua buah atau bisa berbuah-buah.wekeke..
Nggak ada salahnya kan bermimpi?
Keep dreaming your dream and create your own magic :D 
Happy Writing :)

Regards,
NuerGic + Pinkypire


Comments

Popular posts from this blog

Berbagi Pengalaman : Patah Tulang Lengan Atas Part 2

Bagi yang belum baca part 1, bisa klik link ini http://nuergic.blogspot.co.id/2016/06/berbagi-pengalaman-patah-tulang-lengan.html                                                       Perpindahanku ke rumah sakit yang penuh drama saat itu karena aku seorang yang ngotot untuk pindah ke RS. Teman-teman dekat & teman kerja semua menyarankan untuk menunggu hari selasa saat perban tanganku diganti. Tapi waktu itu aku udah ketakutan setengah mati, vonis satu bulan hanya tiduran saja membuatku takut setengah mati. 

Bahagia untuk Kita

Entah sudah berapa lama aku berjalan, setengah jam, satu jam, atau telah lebih dari dua jam? Aku benar-benar tak peduli. Kaki ku hanya ingin berjalan. Sejauh yang ia mampu. Semakin jauh semakin ia mampu mengurangi denyut luka dalam hatiku. Pernahkah kalian merasa terlalu sedih hingga tak bisa menangis? Terlalu lelah untuk beristirahat? 

Let Me Keep it

Kalau sedang bahagia rupanya aku lupa untuk menulis. Saat Kembali membuka blog yang sudah lama ku telantarkan ternyata aku sudah skip buat catatan akhir tahun dua kali. Aku terlalu egois untuk membagikan kebahagiaanku rupanya. I want to keep them all for me. Aku menikah tahun lalu dengan pria yang ku cintai. Pria yang ku pikir harus ku lupakan, ternyata adalah pria yang mampu membuatku percaya pernikahan itu menyenangkan.