Katanya, kalo hidup ini sudah mendekati akhirnya kita akan mendapat firasat. Aku tidak tahu ini firasat atau tidak tapi setiap aku melihat kamarku berantakan aku selalu berpikir aku tidak ingin saat aku mati nanti orang akan makin sedih melihat kamarku yang berantakan. Aku ingin kamarku rapi, jadi sewaktu-waktu seseorang harus masuk kamarku dan membereskan barang-barangku mereka tahu aku sudah hidup dengan baik.
Aku tahu banyak dosa yang aku lakukan, kalaupun meninggal sekarang, sudah pasti aku masuk neraka dan disiksa di kubur sambal menunggu kiamat. Tapi aku ingin teman-temanku, orang-orang yang aku pedulikan menilai aku sebagai sahabat yang baik, yang selalu ada saat mereka membutuhkan bantuan atau sekadar ingin didengarkan.
Akhir-akhir ini rasanya roller coaster perasaanku teramat sangat menguji nyali. Tapi karena dulu aku tidak sendiri dan hidup Bersama sahabatku, aku sering mendapat distraksi untuk tidak masuk di ruang gelap ini lama-lama. Tapi saat sekarang aku sendirian, gua gelap itu bisa berlama-lama menyanderaku. Menguasai isi pikiranku dan membuat perasaanku menderita sekali.
Aku tidak suka perasaan ini, pikiran-pikiran yang memberitahuku seolah-olah aku orang yang paling tidak diinginkan di dunia. Orang paling tidak berharga, orang yang tidak pantas untuk disayangi. Aku Lelah menangis sepanjang malam dan sepanjang siang disiksa pikiran-pikiran ini. Nalarku berusaha memberitahuku ini Cuma fase dan akan lewat tapi gua gelap jahat ini lebih berkuasa.
Mungkin ini saatnya aku mencari bantuan, tapi mulai darimana?
A Journal for My Lousy Memory.
Comments
Post a Comment