Skip to main content

Posts

Galau Salah Jurusan

Aku tak habis pikir. Setan apa yang merasukiku dulu sehingga aku mantap memilih jurusan Bahasa dan mengacuhkan nasihat ibuku untuk masuk Pendidikan Matematika.   Sudah 2 semester aku menjalani kuliahku. Dan aku masih keteteran membagi waktu antara pekerjaan dan kuliahku. Sekarang aku sendiri yang kelabakan. Belajar sesuatu dari nol lagi. Aku terngiang-ngiang obrolanku dengan sahabatku beberapa waktu. “Seharusnya kamu pilih jurusan yang sudah agak kamu kuasai Dev, jadi seumpamanya   kamu udah punya nilai kemampuan awal 5 dijurusan itu, setelah lulus nanti nilai kamu bisa nambah jadi 8 atau 9 kalau kamu ambil jurusan yang belum sama sekali kamu kuasai ibarat kata nilai awal kamu nol dan kalo lulus Cuma bisa dapet 5 paling tinggi. Kamu harus tahu minat dan bakat kamu dibidang apa” “sepertinya memang salah jurusan nih akunya” kataku lemas “kamu harus belajar ekstra keras mulai sekarang.   Tetep semangat!” kata Nila menyemangati. Tapi hatiku sudah mulai bimbang. ...

Lewat Status Facebook

Haruskah ku hapus inginku untuk memilikimu? 3 minutes ago Hatiku mencelos membaca status facebooknya yang baru diketik 3 menit yang lalu. Tak ku terima smsnya yang biasa menemaniku hari ini. Aku sadar responku terlalu dingin untuknya selama ini. Karena aku sendiri bingung bagaimana harus menanggapi perhatiannya yang begitu intens padaku. Aku menyukai perhatiannya. Tak jarang aku tersipu malu saat membaca sms-nya. Tapi aku tak pernah bisa mengekspresikan perasaanku padanya. 3 hari ini hatiku selalu berdebar-debar saat dering hapeku berbunyi menandakan sms baru diterima. Ku harap itu dia tapi selalu bukan dia. Dia sudah absen 3 hari dari hp-ku. Tak pernah lagi kuterima smsnya dipagi hari yang kadang hanya berisikan selamat pagi atau seuntai doa agar hari-hariku indah dan selalu dalam lindungan-Nya. Tidak pekakah aku mengenai perasaannya padaku selama ini? Ataukah aku hanya kegeeran saja? Tapi yang jelas aku kehilangan dia dalam 3 hari ini. Terasa ada yang kurang, ada y...

Ibu :*

Senyummu... Seperti air dingin yang kutemukan di gurun pasir... Tawamu... seperti jutaan balon yang membuatku terbang ke angkasa... Petuahmu... Seperti sinar bintang yang menuntun jalanku saat gelap, Khawatirmu... Seperti awan gelap yang membuatku segera ingin pulang Setiap tetes air matamu... Seperti sebuah pisau yang merajam-rajam hatiku Ibu, Dirimu adalah hidupku :) #Ibu, walaupun aku tidak pernah mengungkapkan rasa sayangku lewat kata-kata, tapi ku harap kau bisa merasakan betapa besar rasa sayangku untukmu :')

Mencintaimu...

Aku ingin mencintaimu dengan caraku, Walaupun kadang tak kuungkapkan, tapi kuharap kau bisa merasakannya.. Aku ingin mencintaimu dengan caraku, membuatmu tersenyum adalah tujuan utamaku.. karena bagiku senyummu adalah bahagiaku.. Aku ingin mencintaimu dengan caraku Sederhana tapi tak kan bisa kau ukur dalamnya.. Aku  ingin mencintaimu dengan caraku.. Dengan menjaga hatiku hanya untukmu... Karena aku bagian tulang rusukmu yang akan kembali padamu untuk menggenapi hidupmu menjalani sisa hidup kita bersama Berjalan beriringan melewati suka dan duka bersama.. Hingga tutup usia..

My Hobby

Hai kita ketemu lagi :) kali ini aku akan membagi kenapa aku mulai menekuni kembali hobby lamaku. Menulis bagiku adalah media yang sangat sangat dan sangat bermanfaat untuk meringankan beban pikiran dan hati selain curhat ke teman-teman. dengan menulis aku bebas mengekspresikan apa yang ada dihati dan pikiranku. kadang hanya sedikit cerita yang aku alami atau aku dengar kemudian aku kembangkan umenjadi sebuah cerita yang endingnya bisa aku tentukan. hitung-hitung menghibur diri sendiri. hehe... Ku temukan hobbi ku menulis sejak SMP. lebih sering menulis ketika aku sedang jatuh cinta dulu. Karena aku hanya bisa mengaguminya dari jauh dan membayangkan bisa dekat dengan orang yang aku sukai jadi walaupun aku tidak bisa meraihnya di dunia nyata. Aku bisa merasakannya dan menentukan ending ceritaku denganya lewat sebuah cerita fiktif. Aneh ya? haha... Tapi sekarang bagiku menulis bukan hanya untuk hal tersebut saja. aku ingin lebih bisa merangkai sebuah cerita. membangun bahasanya hingg...

Maunya Dia Bukan Kamu :P

Aku bingung  fokus cerita ini apa. tapi ya tetep aja dipublish.hehe... enjoy it!    Kulempar HP ke kasur. Kesal dengan belasan sms yang kuterima hari ini. Sungguh aku tidak ingin menyakiti hatinya.   Tapi baru semenit aku tidak membalas smsnya sudah 10 sms darinya dengan topic berbeda. Sejak aku menerima ajakannya untuk pergi ke air terjun tempat yang sangat ingin aku dan Wina sahabatku kunjungi   tak henti-hentinya dia mengirimiku terror smsnya. “ Terima saja ajakannya, kapan lagi kita kesana? Mengharapkan kita   datang sama pacar ga mungkin deh” Wina mencoba memanas-manasiku sore itu. Aku dan Wina sahabatan sejak SMA. Kami lebih sering menghabiskan waktu bersama di perpustakaan setelah pulang sekolah daripada main-main ga jelas sama pacar karena kami memang ga punya pacar. Hahaha… padahal mungkin dulu kami syirik setengah mampus dengan cewek-cewek genit yang suka memamerkan kemesraan mereka didepan gerbang sekolah. Aku dan Wina sama-sama mengi...