Skip to main content

Posts

Jangan Pergi Lagi

Aku tak pernah memikirkan lagi orang yang sudah melangkah keluar dari hidupku.  Bagiku masa lalu ada di belakang dan tak seharusnya diseret-seret menuju masa depan. Tapi  semua teoriku tersebut terpatahkan olehmu. Aku tak tahu bagaimana rasa ini masih ada meskipun kamu sudah melangkah keluar dari hidupku bertahun-tahun yang lalu. Kamu bukan cinta pertamaku, tapi entah kenapa mendengar namamu saja hatiku bergetar tak karuan. Aku sedang iseng mengunjungi pusat perbelenjaan saat ku dengar seseorang meneriakkan namamu. Tetap saja hatiku mencelos mendengarnya. Nama Raka tak hanya dimiliki olehmu tapi bagaimana bisa aku selalu berharap itu kamu. Dengan ragu aku menoleh pada sumber suara. Dan jantungku seperti berhenti berpacu, itu kamu. Aku mengerjapkan mataku dan melihat lagi ke arahmu, sesosok pria itu memang kamu. Tatapan kita bertemu. Aku membeku dan kamu masih diam ditempatmu. ---

A Choice

Ini hari terpenting dalam hidupku. Keputusan yang ku ambil hari ini akan mempengaruhi hidupku besok dan seterusnya. Sengaja aku datang lebih awal di sebuah café dimana kami biasa menghabiskan waktu berdua, berharap aku lebih bisa menguasai keadaan daripada seseorang yang ku tunggu kehadirannya. “Maaf telat Key” Gio mencium keningku, kebiasaannya yang ku maklumi dalam hubungan kami. Aku hanya tersenyum. Gio melambaikan tangan pada pramusaji dan menyebutkan minuman pesanannya, secangkir cappuccino. “Kamu bilang ada hal penting yang ingin kamu bicarain sama aku?” Mata Gio membulat penuh harap. Hatiku tercubit, nyeri.

Bahagia untuk Kita

Entah sudah berapa lama aku berjalan, setengah jam, satu jam, atau telah lebih dari dua jam? Aku benar-benar tak peduli. Kaki ku hanya ingin berjalan. Sejauh yang ia mampu. Semakin jauh semakin ia mampu mengurangi denyut luka dalam hatiku. Pernahkah kalian merasa terlalu sedih hingga tak bisa menangis? Terlalu lelah untuk beristirahat? 

You Can (not) Leave Me

source : wallpoper.com Rengkuhanmu mulai melonggar dan benar-benar terlepas kini. Aku takut. Rupanya kau telah menyerah dan memutuskan untuk pergi. Angin dingin menerpa kulitku. Aku bergidik. Aku cemas.  Ingin ku teriakkan kata-kata rayuan hingga kau mau tetap tinggal dan terus memelukku.  Tapi... Kau harus tau, aku tak ingin mencoba menghalangi kebahagiaanmu...

Get Well Soon, Pinkypire!!

Bumi terus berputar. Hidup terus berjalan. Tak bisa dihentikan, ataupun diulang. Setiap harinya kita selalu menemui sesuatu yang berbeda. Kadang ditemukan keapesan, menemukan keberuntungan, disapa kesedihan maupun disentuh kebahagiaan. Waktu mengajari kita untuk bangkit ketika jatuh, merelakan yang seharusnya pergi. Kita selalu berhasil move on dari hari kemarin, bukan? Pernah kah kamu berharap seorang ilmuan canggih bisa menemukan mesin waktu?

Sebuah Rumah...

Semua orang pasti memiliki sebuah rumah, tempat di mana dia ingin pulang, tempat yang membuatnya nyaman dan mampu membuatnya terlelap. Tak melulu sebuah bangunan dengan beberapa kamar, tapi rumah bisa berarti sesuatu yang membuatmu rindu untuk pulang, merasakan peluknya menghangatkan tubuhmu yang kedinginan. Aku memiliki sebuah rumah, jauh, sangat jauh dari Ibu kota tempatku memperjuangkan nasib. Perlu 17 jam paling cepat bila dijangkau lewat jalur darat untuk pulang. Empat tahun aku meninggalkannya, dia semakin menua.

Sebuah Prologue

Ehem.. *benerin jilbab*  Selamat datang kembali di blog yang sebulan lebih mati suri. mungkin ada yang menunggu saya posting kembali atau mungkin ada yang tidak sadar blog ini sudah lebih dari sebulan tak berbagi cerita lagi. Jadi ceritanya gini, saya lagi bikin Self Project buat nulis novel. Ini sedikit saya bagi prolognya. Mohon commentnya ya :)  Terima kasih.  -0o0- Ku pejamkan mata untuk benar-benar merasakan   rasa pahitnya menyebar diseluruh indera pencecapku. Sudah cangkir kedua dan rasanya masih sama. Pahit. Inderaku bahkan tak mencecap rasa manis sedikitpun. Spend all your time waiting For that second chance For a break that would make it okay There’s always some reason To feel not good enough And it’s hard at the end of the day I need some distraction Oh beautiful release Memories seep from my veins Let me be empty and weightless And maybe I’ll find some peace tonigh Sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Sarah McLach...